Agung Sakti Pribadi SH. MH.
Dari Wartawan, Pengacara, Dosen dan Politisi

Calon anggota legislatif Partai Demokrat Nomor 3 dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan Selatan meliputi wilayah 7 Kelurahan antara lain : Damai, Damai Bahagia, Sungai Nangka, Gunung Bahagia, Sepinggan, Sepinggan Raya, Sepinggan Baru.

Agung yang menetap di Balikpapan sejak 1992 adalah penggagas dan pendiri Lembaga Pendidikan Yayasan Airangga Balikpapan. Selama di Balikpapan ia telah melakoni profesi beragam mulai wartawan, pengacara, dosen dan politisi.

Profesi wartawan diawali di Manuntung (Kaltim Post) tahun 1992-1993, kemudian menjadi pengacara (advokat) tahun 1992 sampai sekarang, menjabat sebagai Direktur ASMI Airlangga, (2006-2010); Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) wilayah XI B Komisariat Selatan Kota Balikpapan (2007-2010), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokat Kota Balikpapan (2007-2011), Ketua Biro Kaderisasi dan Diklat DPP Partai Demokrat (2011 s/d skr), sekretaris yayasan Airlangga sejak 1993 sampai sekarang dan Direktur Utama Lembaga Pendidikan Yayasan Airlangga (2011 s/d skr).

Kini Agung lebih fokus mengembangkan Yayasan Airlangga yang didirikannya 20 tahun lalu (1993) dan berkembang dengan divisi TK Insan Mulia, SMP Plus Airlangga, SMK Airlangga Balikpapan, SMK Teknologi Informasi (TI) Samarinda, SMK Kesehatan Balikpapan, ASMI Airlangga Balikpapan, STMIK (Stikom) Balikpapan dan STMIK SPB Airlangga Samarinda.

Dengan kesibukannya di Yayasan Airlangga, mengapa Agung tertarik dan mencalonkan diri menjadi anggota legislatif Balikpapan periode 2014-2019? Berikut ini petikan wawancara dengan Agung Sakti Pribadi, kandidat doktor ilmu hukum yang sedang menempuh kuliah di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya.

Mengapa Anda tertarik menjadi anggota legislatif?

Agung : Saya menyukai kota Balikpapan sejak menetap 1992, dan saya ingin mewarnai kota Balikpapan menjadi lebih baik lagi. Dengan pengalaman saya sebagai wartawan, pengacara, dosen, dan politisi, tentu saja tantangan sekaligus ujian terberat adalah menjadi legislator yang amanah dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Apa maksud Anda ingin mewarnai Kota Balikpapan menjadi lebih baik lagi?

Agung : Secara umum Balikpapan sudah bagus, kalau diberi nilai dapat B (Bagus). Tapi masih banyak yang nilainya C (Cukup) bahkan D (jelek/buruk). Yang nilainya C misalnya masalah pengangguran yang makin meningkat, kemacetan tiap tahun meningkat, pelayanan air PDAM yang kurang, PLN yang byarpetnya kumat lagi, banjir di beberapa titik dan masih banyak lagi. Adapun yang nilainya D antara lain masalah miras dan narkoba yang luar biasa, masalah sengketa tanah, tingginya tingkat perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dlsb. Permasalahan ini jika tidak diantisipasi untuk ditanggulangi sejak dini, maka kenyamanan kota Balikpapan akan terkikis.

Menurut Anda apa kompetensi keahlian yang diperlukan seorang legislator?

Agung : Secara umum tugas pokok anggota dewan membuat perda, membahas dan menyetujui APBD serta melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan perda dan APBD. Semua fungsi itu memerlukan pengetahuan dan wawasan yang mendalam dari legislator. Diperlukan ahli hukum, ahli keuangan atau auditor dan birokrat berpengalaman di dewan. Kalau banyak anggota dewan yang kompeten, maka produk yang dihasilkan juga akan berkualitas. Bagaimana anggota dewan mau memberi masukan kepada pihak eksekutif, jika kemampuan dan wawasan mereka kalah jauh dari para birokrat yang .

Mana yang diperlukan, orang yang kompeten (ahli di bidangnya) atau orang yang kredibel (dapat dipercaya)?

Agung : Keduanya diperlukan, tapi sangat sulit mencari orang yang kompeten sekaligus kredibel. Jika memilih salah satu, saya akan memilih orang yang kredibel, karena ia dapat dipercaya dan akan menjalankan amanah yang diembannya dengan bertanggungjawab.

Apakah anggota DPRD sekarang ini kompeten dan kredibel?

Agung : Sedikit yang kompeten dan lebih sedikit lagi yang kredibel. Mengapa demikian? Pertama, orang2 kompeten apalagi yang kredibel sangat jarang di partai politik. Kedua, orang2 kredibel yang menjadi caleg, kalah bersaing memperoleh suara. Sekarang untuk mendapatkan suara harus punya uang banyak. Tak ada uang tak ada suara. Caleg yang kredibel umumnya menghindari curang atau money politic.

Bagaimana kondisi masyarakat pemilih di Balikpapan?

Agung : Masyarakat pemilih secara umum terbagi 4 kelompok, yakni kelompok apatis, pragmatis, materialistis dan idealis. Kelompok apatis, biasanya tidak peduli siapapun yang terpilih menjadi anggota dewan. Biasanya mereka ini kelomok golput, tidak memilih dengan berbagai pertimbangan. Kelompok pragmatis, adalah orang yang memilih karena diberi imbalan tertentu. Misalnya diberi sembako (beras, minyak, gua dlsb). Kelompok materialistis (matrek), yakni kelompok yang lebih agresif dari golongan pragmatis, yaitu mereka secara jelas dan tegas menentukan permintaan atas nama kampug atau warganya.  Misal, mereka minta dibuatkan jalan, jembatan, semenisasi, kostum olahraga, peralatan kesenian, pemasangan jenset, sumur bor dlsb yang biayanya bisa puluhan juta rupiah. Yang terakhir kelompok idealis. Orang yang secara sadar dan bertanggungjawab memilih caleg berkualitas dan tidak menolak politik uang. Sayangnya, kelompok ini juga banyak yang memilih golput.

Bagaimana caranya agar anggota dewan terpilih mendatang (2014) adalah orang2 yang kompeten dan kredibel?

Agung : masyarakat harus diedukasi dan diberi pemahaman agar mau memilih caleg yang memiliki rekam jejak yang jelas dan positip. Tugas Ketua RT dan tokoh masyakarat untuk memberi masukan kepada warganya. Selain itu, masyarakat mau menyisihkan waktunya 1 hari pada hari pemilihan (9 April 2014) untuk memilih caleg yang kompeten dan kredibel. Media masa harus mau memberi kolom pemberitaan secara gratis mengkampanyekan caleg-caleg yang kompeten dan kredibel. Perubahan Balikpapan menjadi lebih baik harus didukung semua pihak. (****)